1. Syi’ah
Syi’ah
ialah salah satu aliran atau madzab dalam islam.secara pandangan, syi’ah
menolak kepemimpinan dari tiga khalifan sunni pertama yaitu Abu bakar, Umar bin
khattab dan Utsman bin affan. Syi’ah adalah bentuk tunggal , sedangkan bentuk
jamaknya adalah syiya’ah. Aliran ini
merujuk pada pengikut Ahlu bait dan Imam Ali.
Kata
syi’ah menurut etimomologi bahasa Arab bermakna pembela dan pengikut seseorang.
Selain itu juga berrmakna setiap kaum yang berkumpul atas suatu perkara.
Sedangkan menurut terminologi islam,kata
ini bermakna, mereka telah menyatakan bahwa Ali bin Abi Thalib yang paling
utama dan yang paling berhak menggantika Rosulullah SAW. Setelah beliau wafat untuk
memimpin kaum muslimin dan begitu juga dengan anak cucunya. Pandangan itu tidak
terlepas dari berbagai hadits Rosulullah yang mengagungkan Ali bin Abi Thalib.
2. Tokoh Syi’ah
1.
Nasr bin Muzahim
2.
Ahmad bin Muhammad bin Isa al
Asy’ari
3.
Ahmad bin Abi abdillah al Barqi
4.
Ibrahim bin Hilal ats-Tsaqafi
5.
Muhammad bin Hasan bin Furukh as
Saffar
3. Pokok – Pokok Ajaran Syi’ah
Kaum
Syi’ah memiliki 5 pokok pikiran utama yang harus dianut oleh para pengikutnya
diantaranya yaitu at tauhid, al ‘adl, an nubuwah, al imamah dan al ma’ad :
A.
At Tauhid
Kaum
Syi’ah juga meyakini bahwa Allah SWT itu Esa, tempat bergantung semua makhluk,
tidak beranak dan tidak diperanakkan dan juga tidak serupa dengan makhluk yang
ada di bumi ini. Namun, menurut mereka Allah memiliki 2 sifat yaitu
al-tsubutiyah yang merupakan sifat yang harus dan tetap ada pada Allah SWT.
Sifat ini mencakup ‘alim (mengetahui), qadir (berkuasa), hayy (hidup), murid
(berkehendak), mudrik (cerdik, berakal), qadim azaliy baq (tidak berpemulaan,
azali dan kekal), mutakallim (berkata-kata) dan shaddiq (benar). Sedangkan
sifat kedua yang dimiliki oleh Allah SWT yaitu al-salbiyah yang merupakan sifat
yang tidak mungkin ada pada Allah SWT. Sifat ini meliputi antara tersusun dari
beberapa bagian, berjisim, bisa dilihat, bertempat, bersekutu, berhajat kepada
sesuatu dan merupakan tambahan dari Dzat yang telahdimiliki.
B.
Al ‘Adl
Kaum
Syi’ah memiliki keyakinan bahwa Allah memiliki sifat Maha Adil. Allah tidak
pernah melakukan perbuatan zalim ataupun perbuatan buruk yang lainnya. Allah
tidak melakukan sesuatu kecuali atas dasar kemaslahatan dan kebaikan umat
manusia. Menurut kaum Syi’ah semua perbuatan yang dilakukan Allah pasti ada
tujuan dan maksud tertentu yang akan dicapai, sehingga segala perbuatan yang
dilakukan Allah Swt adalah baik. Jadi dari uraian di atas dapat disimpulkan
bahwa konsep keadilan Tuhan yaitu Tuhan selalu melakukan perbuatan yang baik
dan tidak melakukan apapun yang buruk.Tuhan juga tidak meninggalkan sesuatu
yang wajib dikerjakan.
C.
An Nubuwwah
Kepercayaan
kaum Syi’ah terhadap keberadaan Nabi juga tidak berbeda halnya dengan kaum
muslimin yang lain. Menurut mereka Allah mengutus nabi dan rasul untuk
membimbing umat manusia. Rasul-rasul itu memberikan kabar gembira bagi
mereka-mereka yang melakukan amal shaleh dan memberikan kabar siksa ataupun
ancaman bagi mereka-mereka yang durhaka dan mengingkari Allah SWT. Dalam hal
kenabian, Syi’ah berpendapat bahwa jumlah Nabi dan Rasul seluruhnya yaitu 124
orang, Nabi terakhir adalah nabi Muhammad SAW yang merupakan Nabi paling utama
dari seluruh Nabi yang ada, istri-istri Nabi adalah orang yang suci dari segala
keburukan, para Nabi terpelihara dari segala bentuk kesalahan baik sebelum
maupun sesudah diangkat menjadi Rasul, Al Qur’an adalah mukjizat Nabi Muhammad
yang kekal, dan kalam Allah adalah hadis (baru), makhluk (diciptakan) hukian
qadim dikarenakan kalam Allah tersusun atas huruf-huruf dan suara-suara yang
dapat di dengar, sedangkan Allah berkata-kata tidak dengan huruf dan suara.
D. Al -
Imamah
Bagi
kaun Syi’ah imamah berarti kepemimpinan dalam urusan agama sekaligus dalam
dunia.Ia merupakan pengganti Rasul dalam memelihara syari’at, melaksanakan
hudud (had atau hukuman terhadap pelanggar hukum Allah), dan mewujudkan
kebaikan serta ketentraman umat. Bagi kaum Syi’ah yang berhak menjadi pemimpin
umat hanyalah seorang imam dan menganggap pemimpin-pemimpin selain imam adlah
pemimpin yang ilegal dan tidak wajib ditaati. Karena itu pemerintahan Islam
sejak wafatnya Rasul (kecuali pemerintahan Ali Bin Abi Thalib) adalah
pemerintahan yang tidak sah. Di samping itu imam dianggap ma’sum, terpelihara
dari dosa sehingga iamam tidak berdosa serta perintah, larangan tindakan maupun
perbuatannya tidak boleh diganggu gugat ataupun dikritik.
E.
Al – Ma’ad
Secara
harfiah al ma’dan yaitu tempat kembali, yang dimaksud disini adalah akhirat.
Kaum Syi’ah percaya sepenuhnya bahwahari akhirat itu pasti terjadi. Menurut
keyakinan mereka manusia kelak akan dibangkitkan, jasadnya secara
keseluruhannya akan dikembalikan ke asalnya baik daging, tulang maupun ruhnya.
Dan pada hari kiamat itu pula manusia harus memepertanggungjawabkan segala
perbuatan yang telah dilakukan selama hidup di dunia di hadapan Allah SWT. Pada
saaat itu juga Tuhan akan memberikan pahala bagi orang yang beramal shaleh dan
menyiksa orang-orang yang telah berbuat kemaksiatan.






0 komentar:
Posting Komentar